Sabtu, 28 Oktober 2017



             Candi Singosari atau candi Singhasari yang letaknya berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari,  Kabupaten Malang,  Jawa Timur. Ditemukan pada sekitar abad 18 (tahun 1800 - 1850) dengan pemberian nama Candi Menara oleh seorang Belanda. Mungkin pemberian ini diakrenakan bentuk candi tersebut menyerupai menara. Seiring berjalannya waktu akhirnya pemberian candi tersebut saat ini adalah Candi Singosari, karena candi tersebut letaknya didaerah Kecamatan Singosari. Candi Singosari merupakan candi hindu - Budha peninggalan bersejarah dari kerajaan Singhasari. Komplek percandian terdiri dari beberapa candi. Di sisi barat laut terdapat sepasang arca raksasa besar dan posisi gada menghadap ke bawah, ini menunjukkan meskipun penjaganya raksasa tetapi masih ada rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup dan ungkapan selamat datang bagi semuanya. arca ini hanya ada di candi singosari saja, tidak ada di kerajaan kerajaan lainnya.
       
           Menurut laporan tertulis dari para pengunjung Candi Singosari dari tahun 1803 sampai 1939, dikatakan bahwa Candi Singosari merupakan kompleks percandian yang luas. Didalam kompleks tersebut didapatkan tujuh buah bangunan candi yang sudah runtuh dan banyak arca berserakan disana-sini. Salah satu dari tujuh candi yang dapat diselematkan dari kemusnahan adalah candi yang sekarang kita sebut Candi Singosari. Adapun arca-arcanya banyak yang dibawa ke Belanda, sedangkan arca-arca yang saat ini berada dihalaman Candi Singosari sekarang ini, berasal dari candi-candi yang sudah musnah itu.

            Bangunan candi utama dibuat dari batu andesin menghadap ke barat, berdiri pada alas bujur sangkar berukuran 14m x 14m dan tinggi candi 15m. Candi ini kaya akan ornamen ukiran, arca, dan relief. Di dalam ruang utama terdapt lingga dan yoni. Terdapat pula bilik bilik lain di utara, timur yang dulu berisi arca Ganesha, serrta sisi selatan yang berisi arca Siwa-Guru. Dikomplek candi ini juga berdiri arca Prjanaparamita, dewikebijaksanaan, yang sekarang ditempatkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Arca - arca lain berada di institut Tropika Kerajaan, Leden, Belanda, kecuali arca Agastya.
       
         Dihalaman Candi Singosari masih terdapat beberapa arca yang tersisa, beberapa diantaranya berupa tubuh dewa/dewi meskipun bisa dibilang tidak utuh lagi. Bahkan terdapat satu arca Dewi Parwati yang memiliki bagian kepala yang terlihat "aneh". nampaknya bagian tersebut bukan merupakan kepala arca yang sebenarnya. Karena kepala arca yang sebenarnya diduga putus dan tidak ditemukan kembali.





Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Budaya Indonesia - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -