![]() |
| Bhineka tunngla Ika |
Sudah banyak orang di Indonesia yang mengenal nama "Bhineka Tunggal Ika",Tetapi belum sepenuhnya orang Indonesia yang dapat memahami dan mengerti arti dan makna dari "Bhineka Tunggal Ika" yang sesungguhnya. Dan kami pemuda Indonesia yang mencintai dan mengabdi kepada NKRI akan menjelaskan kepada semua orang Indonesia bahkan kepada mata Dunia apa itu arti dan makna dari "Bhineka Tunggal Ika".
"Berbeda-beda tetapi tetap satu jua" itu adalah arti dari Bhineka Tunggal Ika.Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang telah dikemas dalam Ideologi bangsa yaitu "Pancasila" yang mengajarkan kita untuk Berpedoman dalam kehidupan Beragama,Menghargai hak asasi manusia,Mencintai tanah air untuk persatuan Indonesia,Demokrasi,Dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila dibuat bukan untuk di hafalkan saja tetapi juga untuk di "Amalkan" biar kita semua mengerti apa itu Pancasila.dulu engkau pernah berkata bung “Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya”. Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya.(Pidato Bung Karno).Ideologi bangsa kita Pancasila seakan hilang karena pribadi kita masing-masing.
Bukti nyata bahwa Ideologi bangsa hilang yaitu banyaknya kasus Pembunuhan,Pemerkosaan,Narkoba,Saling gontok-gontokan antar Agama,Korupsi merajalela dan masih banyak lagi.
"Apakah kelemahan kita : Kelemahan kita ialah,kita kurang percaya diri kita sebagai bangsa,Kurang mempercayai satu sama lain,padahal kita ini asalnya adalah Rakyat Gotong Royong"(Pidato Bung karno).Mau sampai kapan kita menjalani kehidupan bernegara seperti ini,Gak malu apa sama pendahulu kita yang mendirikan Bangsa Indonesia.
BHINEKA TUNGGAL IKA
Candi Singosari atau candi Singhasari yang letaknya berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ditemukan pada sekitar abad 18 (tahun 1800 - 1850) dengan pemberian nama Candi Menara oleh seorang Belanda. Mungkin pemberian ini diakrenakan bentuk candi tersebut menyerupai menara. Seiring berjalannya waktu akhirnya pemberian candi tersebut saat ini adalah Candi Singosari, karena candi tersebut letaknya didaerah Kecamatan Singosari. Candi Singosari merupakan candi hindu - Budha peninggalan bersejarah dari kerajaan Singhasari. Komplek percandian terdiri dari beberapa candi. Di sisi barat laut terdapat sepasang arca raksasa besar dan posisi gada menghadap ke bawah, ini menunjukkan meskipun penjaganya raksasa tetapi masih ada rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk hidup dan ungkapan selamat datang bagi semuanya. arca ini hanya ada di candi singosari saja, tidak ada di kerajaan kerajaan lainnya.
Menurut laporan tertulis dari para pengunjung Candi Singosari dari tahun 1803 sampai 1939, dikatakan bahwa Candi Singosari merupakan kompleks percandian yang luas. Didalam kompleks tersebut didapatkan tujuh buah bangunan candi yang sudah runtuh dan banyak arca berserakan disana-sini. Salah satu dari tujuh candi yang dapat diselematkan dari kemusnahan adalah candi yang sekarang kita sebut Candi Singosari. Adapun arca-arcanya banyak yang dibawa ke Belanda, sedangkan arca-arca yang saat ini berada dihalaman Candi Singosari sekarang ini, berasal dari candi-candi yang sudah musnah itu.
Bangunan candi utama dibuat dari batu andesin menghadap ke barat, berdiri pada alas bujur sangkar berukuran 14m x 14m dan tinggi candi 15m. Candi ini kaya akan ornamen ukiran, arca, dan relief. Di dalam ruang utama terdapt lingga dan yoni. Terdapat pula bilik bilik lain di utara, timur yang dulu berisi arca Ganesha, serrta sisi selatan yang berisi arca Siwa-Guru. Dikomplek candi ini juga berdiri arca Prjanaparamita, dewikebijaksanaan, yang sekarang ditempatkan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. Arca - arca lain berada di institut Tropika Kerajaan, Leden, Belanda, kecuali arca Agastya.
Dihalaman Candi Singosari masih terdapat beberapa arca yang tersisa, beberapa diantaranya berupa tubuh dewa/dewi meskipun bisa dibilang tidak utuh lagi. Bahkan terdapat satu arca Dewi Parwati yang memiliki bagian kepala yang terlihat "aneh". nampaknya bagian tersebut bukan merupakan kepala arca yang sebenarnya. Karena kepala arca yang sebenarnya diduga putus dan tidak ditemukan kembali.
Candi Singosari
Tari topeng merupakan salah satu budaya Indonesia. Secara luas tari topeng digunakan sebagai upacara adat atau penceritaan kembali cerita -cerita kuno dari para leluhur. Tarian ini diyakini bahwa topeng tersebut erat dengan roh -roh leluhur yang diaanggap sebagai interpretasi dewa - dewa. Pada beberapa suku di Indonesia saat ini topeng masih menjadi berbagai kegiatan seni dan adat sehari - hari.
Asal mula penciptaan tari topeng di pulau Jawa karena seseorang yang terinspirasi dengan cerita cerita kuno Ramayana dan Panji yang berkembang beberapa ratusan lalu. Saat ini kebanyakan tari topeng di pulau Jawa dipakai untuk pertunjukan sendratari dengan cerita cerita leluhur.
Tari topeng tidak hanya ada di pulau Jawa melainkan di daerah luar pulau jawa juga memiliki tari topeng khas daerahnya masing masing. Berikut macam - macam Tari topeng yang ada di Indonesia :
1.Topeng Dayak
Di Suku Dayak, atau tepatnya di Pulau Kalimantan Tari Topeng sering dimainkan dalam upacara keagamaan. Tari ini dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama,mengharapkan kesuburan dan hasil panen yang melimpah. Topeng yang mereka pakai adalah topeng yang berwarna hitam, putih, dan berwarna merah yang melambangkan kekuatan alam yang akan membawa air dan melindungi tanaman yang mereka tanam hingga panen.
2.Topeng Bali
Keberadaan topeng di Bali jugga digunakan pada saat upacara keagamaan yang tentunya pada saat upcara agama hindu. Tari Topeng Bali adalah sebuah tradisi yang sangat kental dengan nuansa ritual magis atau ritual yang sakral. Para masyarakat Bali percaya dengan kepercayaan akan datangnya dewa - dewa yang mampu menganugrahkan ketentraman dan keselamatan.
3.Topeng Malang
Topeng Malang merupakan tarian yang berasal dari kota Malang, Jawa Timur. tarian ini hanyadigunakan sebagai pementasan tari yang menceritakan kisah percintaan antara Panji Asmoro Bangun dengan Putri Dewi Sekartaji.
4.Topeng Reog
Topeng Reog berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Topeng Reog ini sangatlah berbeda dengan topeng yang lainnnya, karena topeng ini memiliki ukuran tpeng yang sangat besar dan berbentuk seperti singa yang menunjukkan gigi taringnya.
5. Topeng Ireng
Topeng Ireng merupakan salah satu tarian yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Tari ini dikenal sebagai tarian kreasi baru yang merupakan hasil meatamorfosis dari kesenian.
Demikian sedikit cuplikan dari artikel Tari Topeng semoga bermanfaat.
Asal mula penciptaan tari topeng di pulau Jawa karena seseorang yang terinspirasi dengan cerita cerita kuno Ramayana dan Panji yang berkembang beberapa ratusan lalu. Saat ini kebanyakan tari topeng di pulau Jawa dipakai untuk pertunjukan sendratari dengan cerita cerita leluhur.
Tari topeng tidak hanya ada di pulau Jawa melainkan di daerah luar pulau jawa juga memiliki tari topeng khas daerahnya masing masing. Berikut macam - macam Tari topeng yang ada di Indonesia :
1.Topeng Dayak
2.Topeng Bali
Keberadaan topeng di Bali jugga digunakan pada saat upacara keagamaan yang tentunya pada saat upcara agama hindu. Tari Topeng Bali adalah sebuah tradisi yang sangat kental dengan nuansa ritual magis atau ritual yang sakral. Para masyarakat Bali percaya dengan kepercayaan akan datangnya dewa - dewa yang mampu menganugrahkan ketentraman dan keselamatan.
3.Topeng Malang
Topeng Malang merupakan tarian yang berasal dari kota Malang, Jawa Timur. tarian ini hanyadigunakan sebagai pementasan tari yang menceritakan kisah percintaan antara Panji Asmoro Bangun dengan Putri Dewi Sekartaji.
4.Topeng Reog
Topeng Reog berasal dari daerah Ponorogo, Jawa Timur. Topeng Reog ini sangatlah berbeda dengan topeng yang lainnnya, karena topeng ini memiliki ukuran tpeng yang sangat besar dan berbentuk seperti singa yang menunjukkan gigi taringnya.
5. Topeng Ireng
Topeng Ireng merupakan salah satu tarian yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Tari ini dikenal sebagai tarian kreasi baru yang merupakan hasil meatamorfosis dari kesenian.
Demikian sedikit cuplikan dari artikel Tari Topeng semoga bermanfaat.
TARI TOPENG
Pertama-tama
perkenalkan kami pemuda Indonesia yang mencintai budaya,Akan menceritakan
tentang budaya Indonesia khususnya di kota kelahiranku kota Malang kota sejuta
budaya.Contohnya kota Malang ini apabila kita mengutip sejarah,Kota Malang ini
kota peradaban budaya Indonesia.Kerajaan,Alam,dan banyak seni yang menghiasi
kota Malang.Apabila kita berpegang teguh dengan sejarah kota Malang.Kita akan
bisa sedikit demi sedikit mengurangi pengangguran,Apabila kita memanfaatkan
Budaya kota Malang sebagai wisata yang bisa menghasilkan lapangan kerja bagi
Masyarakat kota Malang.
Bicara
tentang seni,Tari Topeng adalah kebangaan kota Malang,Tapi kenapa seiring
berjalannya waktu Tari Topeng seakan tersisihkan padahal Tari Topeng itu salah
satu pondasi budaya kota Malang.Andai kata Tari Topeng itu digabungkan dengan
budaya modern tapi tidak meninggalkan keaslian Tari Topeng itu sendiri,Pasti
wisatawan mancanegara akan lebih banyak lagi yang datang mengunjungi kota
Malang.
![]() |
| Tari Topeng Malangan |
Kota
malang punya candi yang tidak bisa dilupakan oleh Sejarah bangsa Indonesia,Yaitu
Candi Singosari,Apabila kita berbicara tentang Candi Singosari kita akan
semakin bangga dengan kota malang,Karena Candi Singosari berhubungan lansung
dengan kerajaan besar sebelum kerajaan majapahit ,Yaitu candi Singosari.
Banyak
yang patut kita serap dari budaya leluhur kita,Contohnya budaya gaya hidup
leluhur kita dulu kala.Dari budaya tutur bicara saja,Apabila kita menjaga dan
melestarikan pasti budaya tutur bicara tidak akan hilang dan akan tetap utuh sampai
generasi selanjutnya,Karena tutur bicara merupakan cerminan dari tata karma yang
menunjukkan budi pekerti pemakainya.
Seiring
berjalannya waktu seakan-akan masyarakat tidak mempunyai tata krama yang
dulunya memiliki tingkatan Bahasa yang berbeda untuk berkomunikasi dengan orang
yang umurnya berbeda-beda ,dalam lingkungan keluargapun kita jarang menggunakan
Bahasa yang halus kepada orang tua atau yang disebut dengan Krama Inggil.Marilah
kita lestarikan budaya yang semakin lama semakin menghilang ini,jangan pernah
menganggap budaya leluhur adalah budaya ketinggalan zaman ,Karena “Bangsa yang
Besar adalah Bansa yang menghargai Jasa
Pahlawannya (Pidato Jas Merah Bung Karno).Bukan tutur bicara saja ,tetapi adab
budaya leluhur kita yang masih banyak harus kita teladani yang seiring
berjalannya waktu semakin menghilang.
Masih
banyak yang harus kita perbaiki dalam melestarikan Budaya Indonesia ini yang
semakin lama masyarakat Indonesia meninggalkan dimana seharusnya mereka dapat
menjaga dan melestarikan bukan malah meninggalkannya bahkan merusaknya .
Saatnya
kita sadar dengan Budaya kita yang semakin lama semakin menghilang karena diri
kita sendiri.Semakin meninggalkannya maka kita akan sedikit demi sedikit
dijajah oleh Budaya Asing.











